atau cari berdasarkan hari
Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil, saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi Hantaru 2020 bertajuk “Pasca UU Cipta Kerja: Kupas Tuntas Reformasi Perizinan Berbasis RDTR” di Jakarta, Kamis, 5 November 2020.
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil mengimbau para pemilik tanah agar tidak mudah percaya terhadap orang lain dalam pengurusan sertipikat tanah, seperti yang dialami artis Nirina Zubir.
“Walaupun Nirina korban, tapi Nirina juga sekarang menjadi public educator. Ia mengedukasi masyarakat, kalau punya sertipikat jangan mudah percayakan kepada orang,” kata Sofyan dalam keterangannya, Jumat, 26 November 2021.
Sofyan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah memerintahkan agar memerangi mafia tanah. Kementeriannya juga terus mengantisipasi agar ke depannya tidak ada masyarakat yang menjadi korban, seperti Nirina.
Di samping itu, kata Sofyan, Kementerian ATR terus menerus melakukan perbaikan sistem administrasi di kantor-kantor pertanahan. Salah satunya dengan menggencarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di daerah. Dengan teknologi yang terus diperbarui, Sofyan mengatakan data bidang tanah dilakukan digitalisasi. Sehingga menjadi sangat lengkap dan meminimalisir terjadinya pemalsuan.
Sofyan menargetkan pada 2025, seluruh tanah terdaftar dengan teknologi yang ada sekarang. “Kita punya namanya koordinat dan lain-lain, sehingga kalau seluruh tanah sudah terdaftar maka praktik yang seperti itu akan berkurang,” ujarnya.
Sofyan juga menegaskan Kementerian ATR juga tegas menindak kejahatan pertanahan yang melibatkan mitranya, termasuk pejabat pembuat akta tanah (PPAT).
FRISKI RIANA
Baca: Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah Laporkan Balik Kakak Nirina Zubir
Menjelang tutup tahun, pemerintah menggulirkan program bantuan untuk industri perfilman menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menuai reaksi pro dan kontra.
Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.
Dapatkan 2 artikel premium gratis
di Koran dan Majalah Tempo
hanya dengan Register TempoID
Tempo Media Group © 2017